Sejarah Tas Tangan Dan Dompet


Dompet, kantong, atau tas telah digunakan sejak manusia membutuhkan membawa barang berharga. Kantong kuno terbuat dari kulit atau kain yang digunakan terutama oleh orang-orang untuk menyimpan barang-barang berharga dan koin (Foster 1982). Istilah “tas” itu sendiri belum ada sampai pertengahan abad ke-19 walaupun hieroglif Mesir Kuno menunjukkan pria memakai tas pinggang.

Berikut adalah brief singkat sejarah perkembangan tas sampai menjadi seperti sekarang ini.

Tas tangan kuno
Hieroglif Mesir Kuno menunjukkan pria memakai tas pinggang.Para petani di zaman dulu menggunakan kantong kecil untuk membawa atau mengangkut benih.Pendeta Afrika membawa tas manik-manik.

14th century
Laki-laki maupun perempuan melampirkan kantong pada fitur paling penting dari pakaian abad pertengahan, yakni korset. Tas serut akan menggantung dari korset pada tali yang panjang dan akan bervariasi sesuai dengan fashion, status, dan gaya hidup dari pemakainya.Wanita terutama menyukai hiasan tali tas yang dikenal sebagai “hamondeys” atau “tasques” (Foster 1982).Kantong ini menjadi semacam penanda status social seseorang. Pemakai membawa barang berharga di korset mereka, seperti rosario, kitab,jam, pomanders (jeruk wangi), chatelaines (gesper rantai untuk menggantung kunci,gunting dll) , dan bahkan belati (Wilcox 1999).

15th century
Abad Pertengahan dompet tidak hanya digunakan untuk membawa uang, tetapi juga berhubungan dengan pernikahan dan pertunangan, sering menggambarkan kisah cinta bersulam.Dompet, yang dikenal sebagai “chaneries,” digunakan untuk berjudi atau untuk membawa makanan untuk burung elang pada saat para ksatria berburu dan berolahraga.The Seal Bag dibuat untuk the Lord Chancellor, seorang senior dan orang penting di pemerintahan UK. Tas tersebut menjadi yang paling terkenal dan penting pada saat itu.Dompet Ecclesiastical yang digunakan untuk menyimpan barang-barang peninggalan atau corporals menjadi sangat penting.

16th century
Pada era Elizabethan, ketika rok wanita panjang dan mengembang dan pakaian pria menjadi penuh hiasan, kantong korset yang sudah ada pada abad sebelumnya mulai dikenakan dibalik pakain. Para wanita mengenakannya dibalik rok dalam mereka yang mengembang, sementara para pria mengenakan kantong kulit, atau “bagges” dibalik celana panjang mereka.Para petani dan pengembara menggunakan kantong kain yang diselempangkan di badan.Para bangsawan mulai membawa “swete bagges”, kantong yang diisi dengan sesuatu yang berbau wangi untuk menutupi bau badan. Swete Bagges ini juga biasanya diletakkan di tempat penyimpanan pakaian atau kain untuk membuatnya wangi.

17th century
Wanita-wanita muda berpikir menyulam adalah ketrampilan yang penting untuk membuat mereka bisa mendapatkan jodoh dan hal ini menjadi awal berkembangnya tas dengan hiasan sulam.Dompet dipakai sebagai hadiah.Diakhir abad tersebut, kantong kulit sederhana yang dipakai pada abad-abad sebelumnya mengalami perkembangan pesat baik dari segi bentuk maupun bahan.

18th century
Setelah Revolusi Prancis, rok panjang mengembang menjadi kurang diminati, dan diganti dengan model rok yang lebih ramping dan sederhana, model pakain Neo-Klasik memimpin dunia fashion. Rok yang ramping tidak menyisakan tempat untuk kantong sehingga kebutuhan akan tas tangan menjadi meningkat.Sebuah kata dalam bahasa Inggris “reticules” atau “indispensables”, menunjukkan perkembangan ketergantungan terhadap assesoris.

19th century
Perkembangan technology di era Victorian memunculkan jajaran model dan kain fabric yang dipakai dalam design dan produksi tas tangan.Wanita menyulam dompet dengan tujuan untuk ditunjukkan kepada calon suami yang potential. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk menyulam tas lalu kemudian membuat tanggal dan inisial mereka di bagian luarnya.Wanita mengenakan chatelaines, semacam gesper rantai hiasyang dikenakan pada pinggang yang dihubungkan dengan semacam kantong penyimpanan.Penemuan kereta api dan perjalanan dengan kereta pada tahun 1843 mengakibatkan munculnya kebutuhan akan semacam kopor tangan. Istilah “tas tangan” kemudian muncul dari penemuan tersebut. Kopor untuk bepergian berbeda dengan tas dan dompet wanita yang dibuat oleh perancang busana. Industri assesoris untuk perjalanan dengan menggunakan kuda kemudian memfokuskan diri pada pembuatan kopor. Tas tangan modern masih mengacu kepada desain koper mula-mula dengan kantong,pengait, bingkai, dan gembok beserta kuncinya.

Early 1900s
Tas tangan modern mulai dikenal, ditandai dengan tas belanja dan tas kerja dari kulit yang bisa dipakai dengan digantung di bahu.Para pria membawa tas kerja yang berisi folder catatan penemuan terbaru. Pengembangan “pochette”, sejenis dompet genggam, terkadang dipakai sebagai lambang kebebasan yang diasosiasikan dengan masa muda.Para wanita memakai Tas Dorothy, kantong korset kecil, yang disesuaikan dengan mantel, muff dan tas kulit.

1920s
Setelah perang dunia pertama, pembatasan korset dan layer yang berlebihan pada wanita menjadi tendensi pada fashion. Para wanita membawa “pochette”, sejenis dompet genggam dengan motif geometric yang dijepit dibawah ketiak.Tas tidak perlu lagi disesuaikan dengan pakaian wanita.Penemuan kuburan Raja Tutankhamen pada tahun 1923 menunjukkan pengaruh kebudayaan Mesir pada dompet.

1930s
Tas bahu, tas sekolah, tas genggam memasuki dunia fashion.Tas merefleksikan perkembangan seni Art Deco, yang mengutamakan abstraksi dan bahan baku baru untuk industry seperti plastic dan restleting.

1940s
Dengan perang dunia kedua, sebuah seni tas tangan muncul. Gaya Art Deco yang lembut dan fleksibel diganti ke gaya militer yang kaku. Tas menjadi lebih besar, lebih bersiku dan lebih praktis, yang merefleksikan kepuasan secara pribadi.Pasokan bingkai metal, resleting dan kulit berkurang. Pabrik berimprovisasi dengan menggunakan bingkai plastic dan kayu dan bahan synthetic untuk material kainnya seperti sutra buatan. Kantong korset yang dikenal pada decade sebelumnya muncul kembali akan tetapi kali ini buatan industry rumahan.Karena sebagian wanita Amerika memasuki dunia kerja, praktis tas bahu yang nyaman menjadi kaku.

1950′s
Paskah perang kemakmuran secara ekonomi mendorong tas tangan menjadi penanda status. Assesoris yang disesuaikan dengan tas tangan menjadi hal yang biasa, tidak terpengaruh oleh pembagian strata social.Desain rumah mode, termasuk Chanel, Luis Vuitton dan Hermes menjadi berkembang.Tas berukuran kecil menjadi symbol feminitas-bertolak belakang dengan fungsi tas bahu di abad sebelumnya.

1960′s
Dengan munculnya budaya anak muda, pemakaian pakaian yang serasi mulai runtuh. Aturan berpakaian tidak ada lagi.Tas gaya anak muda menjadi popular, seperti panjang, cantelan yang sederhana dan dan tas bahu cantik dengan rantai yang panjang atau tali pengikat. Ini menjadi pelengkap baju mini yang menjadi trend pada saat itu.

1970′s
Tas bahu besar menjadi style sebagai hasil perjalanan orang-orang muda ke India.Orang-orang menghindari barang-barang yang dibuat secara massal; tas-tas orang Afganistan yang dari kain perca dan dibordir menjadi normal. Expresi pribadi menjadi penting.Psychedelic dan motif bunga memberi kesan romantic dan etnik.Wanita merepresentasikan dukungan terhadap gerakan feminism dengan mengenakan tas yang dihiasi dengan banyak gesper dan resleting.

1980′s
Seiring dengan bertumbuhnya perhatian pada kesehatan dan fitness menjadi catalyst terhadap populernya produksi tas olah raga secara missal.Tas tangan klasik yang dilapisi dengan kapas dari Vera Bradley meraup keuntungan sejuta dollar dalam jangka waktu tiga tahun.Miuccia Prada merancang ransel nylon hitam yang menjadi tas uni-sex pertama yang dikenal.

21st century
Tas tangan dibuat dalam beragam gaya, ukuran, material dan kegunaannya. Perkembangan teknologi membuat kesempatan untuk konstruksi material tas tangan menjadi tiada akhirnya. Tas tangan juga mulai popular dikalangan pria. Cyntia mulai memasarkan tas dari berbagai merk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s